Peduli Lingkungan, Warga Balun Solsel Sambut Baik Penertiban Tambang Ilegal dan Dorong WPR Legal

ADMIN UTAMA
0

SOLOK SELATAN | Maraknya aktivitas tambang ilegal yang merusak lingkungan di berbagai wilayah Sumatera Barat, khususnya di Solok Selatan, menjadi perhatian serius masyarakat. Kerusakan lingkungan, pencemaran aliran sungai, serta terganggunya keseimbangan alam secara nyata berdampak pada kehidupan warga di sekitar lokasi pertambangan.

Kondisi ini turut dirasakan oleh masyarakat di Balun, Solok Selatan. Warga menilai bahwa aktivitas tambang ilegal bukan hanya merusak alam, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup generasi mendatang yang sangat bergantung pada kelestarian lingkungan.

Salah seorang warga Balun, Sutan Syah Alam, menegaskan bahwa menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengapresiasi langkah tegas aparat kepolisian dalam menindak aktivitas tambang ilegal yang selama ini meresahkan masyarakat.

“Kami warga Balun Solok Selatan mengapresiasi upaya Polri dalam memberantas tambang ilegal yang merusak lingkungan. Langkah ini sangat penting demi menjaga alam dan melindungi masyarakat dari dampak buruk kerusakan lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan tambang ilegal tidak hanya menyebabkan kerusakan alam, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik sosial serta membahayakan keselamatan warga yang tinggal di sekitar lokasi pertambangan.

Ia menilai, tidak layak bagi siapa pun melakukan aktivitas yang merugikan lingkungan dan masyarakat. Karena itu, penegakan hukum terhadap pelaku tambang ilegal merupakan langkah yang tepat dan perlu dilakukan secara konsisten.

Sutan Syah Alam juga menyampaikan dukungan masyarakat Balun terhadap pengembangan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Provinsi Sumbar sebagai solusi legal bagi masyarakat yang menggantungkan hidup di sektor pertambangan.

Menurutnya, dengan adanya WPR, aktivitas pertambangan dapat berjalan sesuai aturan, terpantau, serta tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

“Kami mendukung WPR sebagai solusi yang tertib dan legal. Dengan aturan yang jelas, masyarakat tetap bisa bekerja tanpa merusak lingkungan,” tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan dari ancaman kerusakan akibat tambang ilegal.

Melalui kesempatan tersebut, Sutan Syah Alam mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam serta mendukung upaya aparat dalam memberantas tambang ilegal.

“Kami menegaskan dukungan terhadap segala bentuk penindakan tambang ilegal yang dilakukan aparat. Ini adalah langkah nyata untuk menjaga lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Sumbar,” tutupnya.

TIM

  • Lebih baru

    Peduli Lingkungan, Warga Balun Solsel Sambut Baik Penertiban Tambang Ilegal dan Dorong WPR Legal

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)