PADANG PARIAMAN | Komitmen nyata dalam mendukung program pemerintah kembali ditunjukkan oleh Kelompok Usaha Ayam Pedaging Sejahtera Mandiri di Kabupaten Padang Pariaman yang secara aktif mengambil peran dalam menyukseskan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Kehadiran kelompok ini menjadi bagian penting dalam rantai penyediaan pangan bergizi bagi masyarakat.
Ketua kelompok, Arfinaldi, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya sekadar menjalankan usaha peternakan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam mendukung kebijakan pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ia menyebut program MBG sebagai langkah strategis yang harus didukung bersama.
“Kami tentunya mendukung penuh program pemerintah MBG dan siap berkontribusi nyata dalam pelaksanaannya di Kabupaten Padang Pariaman,” ujar Arfinaldi dengan optimisme.
Menurutnya, sektor peternakan ayam pedaging memiliki posisi yang sangat vital dalam mendukung pemenuhan kebutuhan protein hewani. Daging ayam yang mudah diakses dan relatif terjangkau menjadikannya salah satu sumber gizi utama bagi masyarakat luas.
Dengan sistem budidaya yang semakin terkelola baik, kelompok ini terus meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap. Hal ini dilakukan guna memastikan ketersediaan daging ayam yang berkualitas, aman dikonsumsi, serta mampu memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.
Arfinaldi juga menekankan bahwa kehadiran kelompok usaha ini bukan hanya berdampak pada ketersediaan pangan, tetapi juga turut mendorong peningkatan konsumsi protein hewani di daerah. Kondisi ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan angka stunting.
“Ketika kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi dengan baik, maka kita sedang membangun generasi yang lebih sehat, kuat, dan produktif di masa depan,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menilai bahwa Program Makanan Bergizi Gratis akan semakin optimal jika didukung oleh potensi lokal seperti hasil peternakan daerah. Sinergi ini diyakini mampu menciptakan sistem pangan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Di sisi lain, aktivitas usaha yang dijalankan kelompok Sejahtera Mandiri juga memberikan efek domino terhadap perekonomian masyarakat. Mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga perputaran ekonomi lokal yang semakin hidup.
Tidak hanya itu, keberadaan kelompok ini juga memperkuat ketahanan pangan nasional dari sektor peternakan. Produksi yang stabil dan berkualitas menjadi fondasi penting dalam menjaga ketersediaan pangan di tengah berbagai tantangan.
Arfinaldi berharap sinergi antara kelompok usaha dan pemerintah tidak berhenti pada program MBG saja, tetapi dapat terus berlanjut dalam berbagai bentuk kolaborasi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Menurutnya, langkah bersama ini adalah investasi jangka panjang dalam membangun sistem pangan yang kuat, berbasis potensi lokal, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Dengan peran aktif yang terus diperkuat, Kelompok Usaha Ayam Pedaging Sejahtera Mandiri kini tidak hanya dikenal sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang sehat melalui pemenuhan gizi yang berkualitas.
Upaya ini menjadi bukti bahwa kekuatan lokal, jika dikelola dengan baik, mampu menjadi pilar utama dalam mendukung program nasional dan membawa perubahan nyata di tengah masyarakat.
TIM